Senin, 02 Maret 2015

Asal – Usul Yogyakarta

Asal – Usul Yogyakarta
Ada yang menyebutnya Yogya, Jogja, Jogjakarta, Ngayogyakarta, dan juga Yogyakarta. Semuanya mengacu pada Daerah Istimewa Yogyakarta, kota dengan semboyan “Berhati Nyaman” ini.
Jaman dahulu kala terdapat kerajaan bernama Mataram yang dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono. Namun karena terjadi peperangan di Batavia (Jakarta), kerusuhanpun merembet hingga ke Mataram, akhirnya pada tahun 1742, kerajaan ini jatuh.
Raja, keluarga dan beberapa pasukan Mataram pindah ke Kartasura. Wibawa kerajaan sempat turun pasca keruntuhan Mataram. Hotel Murah di Jogja. Saat itulah, pemerintah penjajahan Belanda mencoba memanfaatkan situasi guna menentramkan keadaan dan memulihkan wibawa. Tentu bantuan tersebut tidak gratis, Belanda meminta lahan di pantai utara. Masuknya penjajah dalam lingkup kerajaan, membuat Kraton Kartasura dianggap sebagai kerajaan boneka karena juga bisa dikendalikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Namun usaha Belanda ditentang keras oleh kemenakan Raja yang bernama Raden Mas Said. Dia pun melakukan pemberontakan. Keadaan semakin memanas, akhirnya Paku Buwono II mengeluarkan sayembara, barangsiapa yang mampu memadamkan pemberontakan raden Mas Said akan dihadiahi tanah yang sangat luas di daerah Sokowati.
Pangeran Mangkubumi, selaku adik raja mengajukan diri untuk mengikuti sayembara tersebut. Namun Patih Pringgoloyo tidak setuju, alasannya, jika Pangeran Mangkubumi mendapat hadiah tanah yang begitu luas, dia akan semakin kuat dan bisa saja mengancam Kraton Kartasura sendiri. Pangeran Mangkubumi semakin tidak dihargai saat Gubernur Jenderal Van Imhoff dari penjajah Belanda juga turut merendahkannya. Hotel Murah di Jogja. Kemudian Pangeran Mangkubumi memohon diri pada Susuhunan Paku Buwono II untuk meninggalkan kerajaan. Ia justru bergabung dengan Raden Mas Said, pemberontak yang menolak tunduk pada Belanda dan “kerajaan boneka”.
Duet Pangeran Mangkubumi dengan Raden Mas Said membuat pemberontakan semakin gencar dan kuat. Gubernur VOC yang baru, Nicolaas Hartingh menjuluki Mas Said sebagai Pangeran Sambernyawa (pencabut nyawa) karena kapabilitasnya dalam peperangan.

Namun kecerdikkan Belanda benar – benar terbukti di sini. Pernahkah Anda mendengar politik adu domba (devide et impera) ? Hartingh mencoba memecah belah Mangkubumi dan Mas Said.
Raden Mas Said ditawari Hartingh untuk menjadi putra mahkota, cara – cara yang digunakan dibuat sedemikian rupa agar Mangkubumi mencurigainya berkhianat. Akhirnya mereka berdua terpecah belah. Hotel Murah di Jogja. Hotel Murah di Jogja. Singkat cerita, pemberontakan diakhiri dengan Perjanjian Gianti, yakni kesepakatan damai antara Pangeran Mangkubumi dan Belanda dengan syarat Mataram dibagi dua. Perjanjian tersebut dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 1755. Pada saat ini juga Mangkubumi resmi menjadi raja dan bergelar Sultan Hamengku Buwono I.
Setelah diangkat menjadi raja, Hamengku Buwono I mencari lokasi untuk didirikan istana. Pilihan jatuh di Garjitawati, kawasan hutan atau alas Beringan (kini Beringharjo), sehingga istananya disebut Pasanggrahan Garjitawati. Seiring waktu, nama istana tersebut diganti Ayogya atau Ngayogya oleh Pakubuwono II. Nama tersebut disinyalir terinspirasi dari kisah Ramayana. Perlu Anda ketahui bahwasannya dalam epos Ramayana, Ayodhya adalah kerajaan dari Sri Rama atau Dewa Wisnu. Secara umum, Ngayogya bermakna kota yang makmur.
Jalan-jalan ke jogja jangan lupa mampir dan bermalam di Omah Semar Homestay Jogja. Di Omah Semar Anda akan seperti berada di rumah sendiri. Dengan desain rumah seperti impian anda. Dengan suasana teduh, hommy, nyaman, serti terletak di pusat kota jogja yang dekat dengan stasiun, bandara dan pusat belanja Malioboro.
Suasana interior yang private untuk seluruh keluarga dan juga kamar yang nyaman. Tersedia sarana seperti TV saluran internasional, hot spot, kamar mandi private, taman untuk bersantai, dan juga dapur pribadi beserta koki khusus yang siap membantu anda untuk memasak menu sesuai keinginan anda. Kami juga menyiapkan kendaraan siap pakai dengan guide untuk keliling jogja serta penjemputan dari tempat kedatangan anda seperti Bandara atau Stasiun, jika diperlukan. Homestay Omah Semar dilengkapi pula dengan Café Selat & Salad, Resto Ala Jawa, dan Souvenir Gallery yang menyediakan souvenir pilihan dan berkualitas yang unik dank has. Temukan suasana pribadi anda di Omah Semar Homestay untuk kebahagiaan anda sekeluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar