Selasa, 27 Oktober 2015

Taman Juanda

Sejarah Taman Hutan Raya yang dulu dikenal dengan nama Dago Pakar ini dimulai pada tahun 1922, ketika batas-batas hutan ini ditetapkan. Pada tahun 1963, hutan lindung ini mulai dipersiapkan sebagai hutan wisata atau kebun raya. Oleh karena itu, kawasan seluas 30 ha di mulai ditanami pepohonan yang berasal dari berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Indonesia. Atas Gagasan Gubernur Propinsi Jawa Barat pada 23 Agustus 1965, hutan ini diresmikan sebagai Kebun Raya / Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda.

Pada tahun 1980 pengelolaannya dialihkan dari Perum Perhutani ke Direktorat Jendral Perlindungan dan Pengawetan Alam (sekarang Direktorat Jendral Perlindungan dan Pelestarian Alam / PHPA). Anda dapat melihat berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan ini. Objek Wisata di Bandung Terdapat lebih kurang 2.500 pohon yang termasuk dalam 40 familia dari 108 spesies, antara lain Cemara Sumatra, Kayu Jati, Bayur Sulawesi, Jati Jawa, Mahoni Uganda, Mahoni Daun Besar, Pohon Sosis, Pinus atau Tusam, Tusan Mexico, dan Kaliandra. Sedangkan faunanya terdiri dari berbagai jenis burung dan mamalia, di antaranya Ketilang atau Cangkurileung, Jalak, Tekukur, Elang, Perkutut, Puyuh Batu, Musang, dan Bajing atau Tupai.

Senin, 26 Oktober 2015

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung

Ajaklah anak-anak atau keluarga Anda berekreasi di taman bertema unik ini. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani adalah tempat belajar kelalulintasan yang menyenangkan bagi anak-anak agar mereka dapat berlatih sopan santun berlalu lintas dan bersikap sebagai seorang pengguna jalan yang taat akan peraturan. Anak-anak akan senang belajar kelalulintasan di taman ini karena metode yang digunakan adalah ‘bermain sambil belajar’. Selain itu, terdapat pula berbagai wahana permainan dan rekreasi yang menyatu dengan alam. Wisata di Bandung Pada mulany, taman ini bernama Taman Lalu Lintas Bandung dan pertama kali dibuka untuk umum pada tanggal 1 Maret 1958. Pada tahun 1965, nama taman ini ditambah menjadi Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution. Luas taman ini mencapai 3,5 hektar dan dilengkapi dengan berbagai jenis pohon dan taman-taman bunga.

Minggu, 25 Oktober 2015

Taman Sri Bagenda

Merupakan kolam berukuran sekitar 45 x 15 m, bagian tepinya diperkeras dengan susunan batu-batu alami. Hal yang menarik adalah air di kolam tersebut tidaklah merembes ke luar, padahal lahan di sisi utara, timur, dan selatannya lebih rendah dari kolam. Di bagian tengah kolam agak ke sisi selatan masih terdapat dua batu besar yang menyembul sedikit di permukaan air. Kolam ini pun konon tidak pernah kering, karena airnya diperoleh terus menerus dari aliran sumur Jalatunda. Sangat mungkin  kolam tersebut buatan masyarakat masa lalu, karena sisi-sisinya yang rata membentuk denah empat persegi panjang. Lagi pula batu-batu yang disusun untuk memperkeras bagian tepi kolam,  ditata dengan rapi sehingga menunjukkan hasil karya manusia.

Mengenai kedalaman kolam masih belum diketahui, karena belum dilakukan pengukuran. Kolam tersebut dinamakan Taman Sri Bagenda, sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Apalagi nama Kecamatan di wilayah tersebut juga mengandung kata taman, yaitu Taman Sari, Desa Pasireurih, yang jaraknya hanya 30 meter dari situs yang lain, yaitu Sumur Jalatunda.Tempat Wisata Bandung. Apabila diperhatikan dari jalan aspal yang menuju ke Ciapus, maka lahan yang disekitar Sumur Jalatunda dan kolam Taman Sri Bagenda dibentuk bertingkat-tingkat. Tingkatan lahan itu ditandai dengan susunan batu-batu alami yang membentuk teras-teras memanjang, sebagian teras tersebut ada yang telah diubah dan diperkeras untuk halaman rumah-rumah penduduk yang relatif padat.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari Gunung Salak adalah pura terbesar di luar Bali, setelah Pura Besakih. Pura ini memiliki status Kahyangan Jagat. Didirikan pada 1995 dengan biaya kurang lebih Rp 15 milyar dan pembangunannya memakan waktu selama lima tahun bertempat di Desa Taman Sari, Siopus, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Pura terbesar secara fisik dan konsep berada di bumi suci, Parahyangan (Para Hyangan), Bogor. Diyakini di sinilah tempat petilasan Prabu Siliwangi -- raja paling masyhur dan paling dipuja. Di lereng Gunung Salak sebagai simbol Maha Meru, tempat bersemayam para dewa.

Candi ini dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi beserta para prajuritnya yang konon menjelma menjadi Macan yang menjaga tanah Sunda. Konon, dulu sering ada hal-hal gaib yang terjadi di wilayah ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi, raja masyur dari Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat. Wisata Lembang Ada yang percaya di tempat Pura ini berdiri adalah tempat Prabu Siliwangi menghilang bersama para prajuritnya. Sebelumnya pada 1981, di lokasi itu dikenal sebagai tempat Batu Menyan. Batu yang mengeluarkan asap dupa setiap hari. Konon di batu itu pula, acap kali masyarakat melihat cahaya putih, sinar terang, dari langit turun ke batu.

Juga rumput-rumput  yang bersinar terang. Hingga akhirnya sebelum membangun pura, umat Hindu lalu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam sebagai penghormatan terhadap download drama korea Kerajaan Padjadjaran, Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan. Awal pembangunan dilakukan pada 1995 dengan mendirikan sebuah candi sederhana. Pura ini dibangun secara lengkap. Bagian Utamaning Mandala dibangun antara lain Bale Pesamuan Agung, Padmasana, Bale Pepelik/Pengruman, Pengeluran Agung, Taksu Agung,  Patirtaan, dan Candi.

Di bagian Utama Mandala akan dibangun antara lain Bale Panggungan,  Bale Agung, Bale Peselang, Bale Pawedan/Gajah,  Bale Gegitaan,  Bale Raringgitan,  dan Kori Agung. Di bagian Madya Mandala dibangun Pengapit Lawang,  Pesimpangan Dalem Peed, Bale Gong & Bale Pengambuhan, Pasandekan Sulinggih,  Bale Kulkul dan Candi Bentar. Bagian Nista Mandala dibangun antara lain Wantilan, Bale Paebatan, Bale Paninjon, Candi Bentar, dan Pasandekan. Di Nistaning Nista dibangun kamar mandi dan parkir.

Jumat, 23 Oktober 2015

Taman Wisata Siwalk

Taman Wisata ini berada di daerah setupatok kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Taman Wisata ini menyediakan berbagai macam fasilitas untuk berwisata disamping disuguhi oleh pemandangan dari Situ Patok. diantara fasilitas tersebut adalah Pondok Wisata, Golf Driving, Swimming Pool, Waterboom, Tempat Pemancingan, Terapi Ikan, Paintball, Outbond, Flyingfox, Atv Off Road, Family Off Road, Perahu boat.

Rabu, 21 Oktober 2015

Taman Wisata Mutiara Sukamulya Aboh

Taman rekreasi ini terletak di Jl. Sukamulya/Aboh lebih kurang 400m dari gedung Bale Kota Tasikmalaya, kondisi dilingkungannya yang bersih dan asri membuat nyaman bagi pengunjung yang datang. Adapun fasilitas yang ada yaitu : Kolam renang untuk balita, anak-anak dan dewasa, arena bermain anak, mesin ketangkasan, sepeda air, kantin, gazebo, mushola serta koleksi binatang pribadi yang khas. Tempat Wisata di Lembang Rata-rata tingkat kunjungan wisata Aboh adalah 105.250 orang/tahun. Taman ini mempunyai motto " kawasan untuk dinikmati dalam beragam rekreasi yang mengasyikan aman dan nyaman ". Taman Wisata Aboh adalah alternatif terbaik untuk berekreasi dan berkumpul bersama keluarga sambil makan bersama (botram)

Selasa, 20 Oktober 2015

Taman Film

Minggu 14 September 2014, Wali Kota Bandung, RidwanKamil, meluncurkan taman tematik baru bernama Taman Film yang berlokasi bawah jalan layang Pasupati, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.Taman ini menjadi tempat apresiasi untuk film karya anak bangsa. Sebagai awal, tiga film perdana yang diputar di Taman Film Bandung ialah film yang berjudul “Airis 1”, “Love Paper”, dan “Percaya”. Ketiga film itu ialah film pendekar ya anak muda Bandung. Durasinya tak lebih dari 10 menit. Desain Taman Film dibuat oleh perusahaan konsultan arsitek SHAU yang berkantor di Jakarta.

Taman dengan konsep yang menarik ini memiliki luas 1.300 meter persegi, dengan kapasitas tampung hingga 500 orang. Warga bisa menonton film dari layar videotron berukuran 4x8 meter yang memiliki daya listrik hingga 33.000 watt. Tempat duduk taman ini dibentuk menjadi amphiteater dengan tempat duduk yang berkelok-kelok dinamis. Sementara lantainya memakai rumput sintetis yang nyaman dipakai untuk duduk sambil nonton film. Selain digunakan untuk menonton, taman ini juga dapat  menjadi alternatif sebagai tempat berkumpul untuk keluarga. Ajang pamer kemesraan pasangan (berpacaran) dan merokok tidak diperbolehkan di taman film ini.

Sesuai dengan temanya, taman ini dirancang khusus untuk tempat nonton film-film yang dihasilkan oleh sineas-sineas Bandung dan juga masyarakat. Taman Film dikelola oleh Komunitas Film Bandung dan Dinas Pertamanan Kota Bandung. Tempat Menarik di Bandung Berbagai jenis film diputar setiap harinya, baik film lokal seperti film Indie Bandung, film nasional, ataupun film internasional asal Hollywood, Bollywood, Korea bahkan bisa juga digunakan untuk acara nonton bareng siaran sepakbola. Jadwal pemutaran film yaitu setiap Senin – Jumat pukul 18.30 - 21.00 WIB dan Sabtu – Minggu pukul 17.00 - 22.00 WIB Dengan adanya Taman Film Bandung ini, diharapkan dapat melahirkan sineas –sineas unggul dari kota ini. Tentunya pengunjung taman ini juga harus bisa menjaganya. Akan sangat disayangkan jika taman yang sudah dibuat dengan konsep yang bagus ini tidak dipelihara.

Sumber: http://news.indonesiakreatif.net/taman-film-bandung/ http://www.101jakfm.com/details/3533/taman-taman-unik-di-bandung-ah-adem- http://travel.detik.com/read/2014/09/17/105300/2689975/1025/ini-taman-film-yang-keren-di-bawah-jembatan-pasoepati-bandung http://iradiofm.com/intermezzo/jalan-kemana/244-bandung/7905-bioskop-kolong-jembatan-ala-taman-film-bandung